Selasa, 14 Mei 2013


~Sajak Enggar Tata dan Wahyu Hidayat

berlembarlembar kubaca hati 
tak pernah kutemui hati selenah hatimu

berpuluh-puluh kuraba diri
tak pernah kutemui diri selembut dirimu

entah harus dengan kata yang bagaimana lagi aku mengungkapnya
jika dengan bersujudpun kau masih bergeming, tak percaya

bahkan waktu telah berputar ribuan jam
dan jarak telah bergerak ratusan mil untuk meyakinkan hatimu
tapi apa yang sebenarnya kau rasa ihwal diriku ini?
ah, kurasa waktu memang begitu pongah di hadapanku!

ya, kusaksikan dirimu memang sedang tak ingin dipaksa
aku menyerah tapi bukan kalah
sekali kuputuskan meju selangkah untuk mencintaimu
pantang bagiku mundur barang sejangkah

meski dari sorot matamu
banyak kutemukan siluet semu
yang tak kutahu apa namanya itu
di sini, aku, masih menggamit segenggam janji
bahwa suatu nanti
engkau pasti mencintai dan tak ingin melepas diri ini

lihat saja, kau pasti terima
tanpa lagi mengeja
karena cinta bukan kata-kata

tunggu saja
kau pasti terlena
kau pasti terkesima
kau pasti, ah, tak usah kucetus lagi suara-suara
biarlah saja nanti kau yang menilainya!

Jum’at, 07 Desember 2012
—08:42 pm

0 komentar:

Posting Komentar