anak-anak bingung
harus mulai dari mana cerita ini
dari sini atau
dari situ atau dari belakang atau dari depan
ah, anak-anak
sudah tidak tahan
anak-anak memulai
saja ceritanya
begini—
Bapak kok selalu
begitu sih!
bagaimana bisa
anak-anak menaruh hormat pada Bapak
sementara Bapak
setiap pagi, setiap hari selalu saja seperti itu
: ke sana-kemari
memasang muka penuh pesona
padahal bagi
anak-anak, semua yang Bapak lakukan malah terlihat seperti penoda
terserah Bapak deh
mau bagaimana
yang terpenting
adalah Bapak harus tahu, jika Bapak senang, anak-anak pasti muram
kalau Bapak susah,
Bapak juga harus tahu, anak-anak akan tertawa lepas tanpa lelah
tapi Bapak kan
sudah menjadi Bapak
mestinya Bapak
juga sudah tahu bagaimana seorang bapak bersikap selayaknya Bapak
bukan malah
kembali menjadi kanak-kanak
lalu dengan
genitnya tangan Bapak selalu seenaknya mencolek paha wanita siapa saja
yang lewat di
depan mata
padahal ya, Pak,
anak-anak selalu melihat Bapak seperti itu lho Pak
motto Bapak apa
ya? anak-anak sedikit lupa!
oiya, baru ingat.
itu: wanita lewat, siap embat setiap saat!
Bapak kok malah
jadi seperti itu sih, Pak!
berjalan dengan
paras sinis biar dilihat manis
padahal tingkah Bapak
bikin anak-anak kebelet pipis!
atau berjalan
dengan gaya komisaris
tak lupa sebelum
keluar nyisir rambut biar kelihatan klimis
padahal ya, Bapak
harus tahu, sikap Bapak malah merangsang anak-anak untuk berteriak: najis!
Bapak mestinya
jadi bapak yang baik buat anak-anak
bukan malah bikin
anak-anak selalu ingin muntab ketika melihat Bapak
baiklah, sampai di
sini, Bapak bisa mengubah sikap Bapak apa tidak?
kalau ditanya itu
mbok ya dijawab
jangan cuma diem
mesam-mesem di depan komputer sambil lihat film
baiklah, karena Bapak
tidak menjawab, anak-anak akan melanjutkan cerita mengenai Bapak
bukan begitu, Pak
tapi kan Bapak
sudah menjadi bapak
jadi tolonglah, Pak,
jadilah Bapak yang benar-benar bapak
bapak yang
sikapnya patut dicontoh anak-anak
jangan jadi bapak
yang sukanya genit sama anak-anak
jangan jadi bapak
yang sikapnya malah seperti anak-anak
anggap saja Bapak
adalah bapak-bapak dari anak-anak
lalu anak-anak
adalah katakan saja anak-anak Bapak
tapi ya jangan
pilih hati dong Pak!
kalau begini kan
malah anak-anak yang seolah-olah menjadi bapak para Bapak-Bapak
kalau begini kan,
tentu, Bapak malah seolah-olah menjadi anak-anak dari anak-anak
kami sebagai
anak-anak malah jadi ngomelin Bapak-Bapak
tapi ya jangan
marah begitu dong, Pak!
sebenarnya
ceritanya tidak sampai sejauh ini Pak, tapi terlanjur sih Pak
dipikir-pikir saja
Pak
tujuan kami kan
memang menceritakan Bapak
boleh juga
dibilang menjelekkan Bapak
tapi tenang saja Pak
anak-anak tidak
tahu kok kalau Bapak-Bapak
sekarang ini
sedang menjadi
anak-anak!
Tegalsari,
Selasa, 09 Oktober
2012

0 komentar:
Posting Komentar