Kita sering mendamba kedatangan hujan. Merapal
doa bersama biar Tuhan menurunkannya. Lalu kita bisa bermain di halaman rumah
atau lapangan saat hujan tengah tiba: dua anak kecil yang saling berkejaran,
tertawa, dan memekik suara ke hadapan langit.
“Hooooyy!” suaramu
terdengar keras. Kemudian kita sama-sama tertawa.
Tetapi, aku tak mengharap hujan sekarang!
Aku justru ingin merapal doa agar Tuhan mau meredakan
hujan. Hujan tahun ini datang ramai sekali. Aku jadi ketakutan sekarang. Hujan menelan
hampir seluruh kecamatan. Pepohonan banyak yang tumbang. Dan kau, kau kini
tengah terbaring di kamar yang berlantai putih, bertirai putih, dan berkasur
putih—akibat kedinginan.
Besok siang kita ada janji untuk berjumpa,
bukan?
Cepatlah sadar. Aku ada di sampingmu kini. Aku
kangen, ingin melihat senyummu yang jujur itu. Jangan sandiwara lagi. Bagaimana
dengan janji kita besok jika kau seperti ini? Dan kumohon padamu: Lekaslah sembuh!
Tegalsari,
Kamis, 06 Februari 2014
—08:59 am
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar