tujuh belas tahun yang lalu
untuk kali pertama kau menatap dunia
sejak saat itu juga
kau dimanja, ditimang oleh sang bunda
dua belas tahun yang lalu
kau mulai menduduki bangku
bersama teman kecilmu
diajarkan ba-bi-bu
enam tahun yang lalu
kau harus pergi meninggalkan 2 orang di rumahmu
bukan ayah dan ibumu
melainkan paman dan ibumu
tiga tahun yang lalu
kau beranjak pada fase-fase baru
disamping mencari ilmu
kau dituntut pula untuk menemukan jati dirimu
sekarang(?)
apakah aku masih mengingat tangismu
tujuh belas tahun yang lalu?
apakah kau ingat bahagia orang sekelilingmu
saat melihat wajah sucimu?
apakah kau masih ingat di sampingmu
ada ibumu yang menahan sakit dan tersedu?
apakah kau masih ingat semua itu
saat pertama kali kau mengenakan nama baru?
apakah kau masih ingat semua itu
saat pertama kali kau ditimang dan diberi susu ibumu
sambil dinyanyikan lagu “tidurlah anakku”?
apakah kau masih ingat semua itu?
yah, tujuh belas tahun yang lalu
kau dilahirkan ibumu, di sampingnya ada ayahmu
di sebelahnya lagi ada paman-bibimu
dan keluarga yang berada di rumah, sedang menunggumu
sekarang(?)
apakah kau masih ingat di enam tahun usiamu
saat kau duduk dengan lugu di bangku sd itu?
apakah kau masih ingat buku tulismu
yang bersampul biru dan abu-abu?
apakah kau masih ingat semua guru
yang dengan gigih mengajarmu huruf-huruf a-b-c itu?
apakah kau masih ingat di bangku sd itu
kau pernah tersungkur lalu berdarah di kepalamu?
apakah kau masih ingat semua itu?
yah, dua belas tahun yang lalu
kau telah belajar dengan teman sebayamu
dan dibesarkan bapak-ibu guru
sekarang(?)
apakah kau masih ingat di tahun dua ribu tujuh
kau ditemani ayahmu, pergi ke gedung bertingkat tiga itu
dengan misi: daftar menjadi santri baru?
apakah kau masih ingat waktu kau menangis mengingat ibumu
atau saat ibumu menangis mengingatmu?
apakah kau masih ingat waktu terisak tanpa malu
kepada ketua kamarmu, lalu berkata, “aku rindu ibu”?
apakah kau masih ingat waktu kau dibenci 3 teman sekamarmu
lalu dengan wajah sayu kau memohon pada mereka, “maafkan aku”?
yah, enam tahun yang lalu
kau mulai memijakkan kaki di pesantren itu
sekarang(?)
apakah kau masih ingat waktu kali pertama kau
mengenakan seragam putih abu-abu?
apakah kau masih ingat di lima belas tahun usiamu
kau mulai terpandang di sekolah itu?
apakah kau masih ingat waktu kau
mengenal wanita yang suka dengan warna biru itu?
apakah kau masih ingat saat saudara-saudaramu
mengucapkan “selamat” saat mengetahui prestasimu?
apakah kau masih ingat saat mengetahui di kelasmu
kau tak cuma dibenci oleh orang satu?
apakah kau masih ingat pada kenakalanmu
yang tak pernah kenal malu itu?
apakah kau masih ingat semua itu?
yah, tiga tahun yang lalu
kau telah belajar dengan mengenakan seragam putih abu-abu
sekarang(!)
berterimakasihlah pada yang melahirkanmu: ibumu!
berterimakasihlah pada paman-bibimu yang turut menunggu proses
kelahiranmu!
berterimakasihlah pada guru-gurumu!
berterimakasihlah pada saudara-saudaramu!
berterimakasihlah pada ketua kamar dan yang mengurusmu!
berterimakasihlah pada wanita itu!
berterimakasihlah pada kenanganmu
: ibu-ayahmu, gurumu, paman-bibimu, saudara-saudaramu, teman-temanmu,
dan siapa pun yang rela dan turut mengajarkanmu!
kini, tujuh belas tahun berlalu
28 oktober 1995 adalah titik awal di mana kau menggoreskan tinta
riwayat hidupmu
masih banyak titik-koma dan tanda baca lainnya
yang mesti kau hias dalam kehidupanmu
jangan berhenti pada satu titik
masih ada waktu buat menyusun alenia baru
bertepat pada 28 oktober ini
entakkan semangatmu
taklukkan keterbatasanmu
dan di tujuh belas ini
: selamat ulang tahun, Wahyu
semoga lekas kau menjadi dirimu
Tegalsari,
Selasa, 23 Oktober 2012

0 komentar:
Posting Komentar