kita akan tetap
seperti ini, katamu malam itu sembari mengeratkan
kedua tanganmu
yang sudah cukup lama memeluk tubuhku
: hingga aroma
pagi menjemput kita
kita akan tetap
seperti ini; menikmati setiap bulir peluh
yang mengalir
bergilir tanpa kita suruh
inilah malam kita
yang selalu penuh pesona
senyap nan gelap
pun tak apa
asal kamu
senantiasa tak mau
untuk sedikit saja
melepasku
: aku ingin
jemarimu menemani tubuh yang selalu butuh
akan sentuhan
darimu, sayang
begitu pun aku
sepertimu; kita
bakal tetap seperti ini
sahutku,
memastikan
ah, ya. kita
adalah wewangian penerus senja, kataku
mengapa begitu?
seusai senja lewat
kita mesti berperahu mengarungi keringat
yang tanpa sadar
telah cukup lampau kita hujat
aku ingin kali ini
saja melesak-lesakkan kepalaku ke dadamu
atau melauti aroma
samudera tubuhmu
lalu terhuyung ke
kiri atau juga sesekali ke kanan
dua jam waktu
telah melepas
sementara kita
masih menodai sekujur dengan hentakan keras
tak terhitung
berapa banyak anak sungai yang menderas dari lubang poriku
juga
tak terhitung
berapa banyak pula anak sungai yang menderas dari lubang porimu
kita; aku atau pun
kamu begitu lalainya menghitung semua itu
sampai-sampai
binatang malam yang biasanya berdendang pun diam
mengintip kita
dari kejauhan
atau menahan resah
karena hanyut dalam desah
itu beberapa
minggu yang lalu
waktu aku dan kamu
kamu dan aku
masih bisa bertemu
di singkat waktu
dan
kini,
lamunan-lamunan
atau
bayangan-bayangan
atau
ingatan-ingatan
atau kenangan-kenangan
hanya bisa kita
rahasiakan
di labirin
masing-masing kenangan
yang penuh dengan
jeritan mengaduh bikin semua macam gaduh
yang banyak
teriakan-teriakan mengeluh bikin seluruh seumpama lepuh
merepih
sedih
pedih
dan juga bahkan
terlebih
perih
penuh noda-noda
luka-luka
nanah
luntur lebur
membalur membikin aku, oh, kian tak bisa tidur
itu beberapa
minggu yang lalu
waktu aku dan kamu
kamu dan aku
masih bisa bertemu
di singkat waktu
kini, meski ada
luar biasa banyak waktu
kita masih belum
dapat untuk singkat saja bertemu
seperti biasanya,
bercumbu mengulur waktu yang malah bikin singkat waktu
karena kita pun
juga telah dan bahkan sudah tahu
bahwa aku dan kamu
atau kita atau kamu dan aku
sama-sama tercoba
oleh waktu
tapi tak usahlah
kita soal mengenai itu
kamu, di situ
tetaplah saja
seperti itu
: seperti
harapanku
dan aku, tentunya
di sini
tetap saja akan
seperti ini
: seperti
harapanmu
biar kita, aku dan
kamu
bisa senantiasa
menjaga banyaknya rindu yang ditunggu waktu
biar aku dan kamu,
kita
selalu dapat
merawat sendu atau juga pilu yang telah lama ini menderu
agar kamu dan aku,
kita
bisa senantiasa
bercanda tertawa lepas tanpa batas esok di batas waktu
bukan begitu?
ya, kita adalah
telah punya satu komitmen tentang itu
biarlah aku dan
kamu masing-masing dari kita menahan gejolak yang bergerak di dada
karena pasti, esok
hari atau kapan lagi
kamu atau aku;
kita
bisa menebus
segalanya dengan penuh bahagia
lalu
kembali kita lepas
semua jenis rindu yang ada dalam dada
kembali pula kita
hempas segala
jenis sedan yang
telah lama temaram yang ada di kejauhan hati sana
kita lepas, kita
hempas semuanya dengan aroma napas masing-masing kita
kemudian kembali
aku dan kamu berkolaborasi satu imaji
: itu adalah
pasti!
esok hari
di mana saja
di batas waktu
yang kamu sebut
: seperti dulu
Tegalsari,
Kamis, 04 Oktober 2012
Kamis, 04 Oktober 2012
—12:55 am

0 komentar:
Posting Komentar