Selasa, 14 Mei 2013


(Buat Ve yang indah)

kita akan tetap seperti ini, katamu malam itu sembari mengeratkan
kedua tanganmu yang sudah cukup lama memeluk tubuhku
: hingga aroma pagi menjemput kita
kita akan tetap seperti ini; menikmati setiap bulir peluh
yang mengalir bergilir tanpa kita suruh
inilah malam kita yang selalu penuh pesona
senyap nan gelap pun tak apa
asal kamu senantiasa tak mau
untuk sedikit saja melepasku
: aku ingin jemarimu menemani tubuh yang selalu butuh
akan sentuhan darimu, sayang
begitu pun aku
sepertimu; kita bakal tetap seperti ini
sahutku, memastikan

ah, ya. kita adalah wewangian penerus senja, kataku
mengapa begitu?
seusai senja lewat kita mesti berperahu mengarungi keringat
yang tanpa sadar telah cukup lampau kita hujat
aku ingin kali ini saja melesak-lesakkan kepalaku ke dadamu
atau melauti aroma samudera tubuhmu
lalu terhuyung ke kiri atau juga sesekali ke kanan

dua jam waktu telah melepas
sementara kita masih menodai sekujur dengan hentakan keras
tak terhitung berapa banyak anak sungai yang menderas dari lubang poriku
juga
tak terhitung berapa banyak pula anak sungai yang menderas dari lubang porimu
kita; aku atau pun kamu begitu lalainya menghitung semua itu
sampai-sampai binatang malam yang biasanya berdendang pun diam
mengintip kita dari kejauhan
atau menahan resah karena hanyut dalam desah

itu beberapa minggu yang lalu
waktu aku dan kamu
kamu dan aku
masih bisa bertemu di singkat waktu

dan
kini, lamunan-lamunan
atau bayangan-bayangan
atau ingatan-ingatan
atau kenangan-kenangan
hanya bisa kita rahasiakan
di labirin masing-masing kenangan
yang penuh dengan jeritan mengaduh bikin semua macam gaduh
yang banyak teriakan-teriakan mengeluh bikin seluruh seumpama lepuh
merepih
sedih
pedih
dan juga bahkan terlebih
perih
penuh noda-noda
luka-luka
nanah
luntur lebur membalur membikin aku, oh, kian tak bisa tidur

itu beberapa minggu yang lalu
waktu aku dan kamu
kamu dan aku
masih bisa bertemu di singkat waktu

kini, meski ada luar biasa banyak waktu
kita masih belum dapat untuk singkat saja bertemu
seperti biasanya, bercumbu mengulur waktu yang malah bikin singkat waktu
karena kita pun juga telah dan bahkan sudah tahu
bahwa aku dan kamu atau kita atau kamu dan aku
sama-sama tercoba oleh waktu
tapi tak usahlah kita soal mengenai itu
kamu, di situ
tetaplah saja seperti itu
: seperti harapanku
dan aku, tentunya di sini
tetap saja akan seperti ini
: seperti harapanmu
biar kita, aku dan kamu
bisa senantiasa menjaga banyaknya rindu yang ditunggu waktu
biar aku dan kamu, kita
selalu dapat merawat sendu atau juga pilu yang telah lama ini menderu
agar kamu dan aku, kita
bisa senantiasa bercanda tertawa lepas tanpa batas esok di batas waktu
bukan begitu?
ya, kita adalah telah punya satu komitmen tentang itu
biarlah aku dan kamu masing-masing dari kita menahan gejolak yang bergerak di dada
karena pasti, esok hari atau kapan lagi
kamu atau aku; kita
bisa menebus segalanya dengan penuh bahagia
lalu
kembali kita lepas semua jenis rindu yang ada dalam dada
kembali pula kita hempas segala
jenis sedan yang telah lama temaram yang ada di kejauhan hati sana
kita lepas, kita hempas semuanya dengan aroma napas masing-masing kita
kemudian kembali aku dan kamu berkolaborasi satu imaji
: itu adalah pasti!

esok hari
di mana saja
di batas waktu yang kamu sebut
: seperti dulu

Tegalsari,
Kamis, 04 Oktober 2012
—12:55 am

0 komentar:

Posting Komentar