Minggu, 12 Mei 2013

masihkah kau belum paham, untuk siapa
kata-kata yang tiap kali aku update?
masihkah kau tak mengerti, buat siapa lagi
untaian sajak yang aku susun ini
bila bukan untukmu?

Hah!
kau ini, haruskah aku jujur
dengan kata vulgar untukmu?
apa kau tak merasakan akan sentuhan klasik
yang aku berikan lewat sebuah ritmik?

maka apa yang kau mau?
telah aku berikan sekujur tubuhku untuk kau bawa
namun kau malah membawa ampas
yang hina tiada makna

tahukah engkau, Kawan
aku ingin sekali mendengarmu berucap
“apakah kau ingin menjadi sahabatku?”
betapa bangganya diriku ini
bila kau berkata demikian padaku
dengan bangga akan kujawab
“aku mau menjadi sahabatmu”

dan bersama, kita akan mengayunkan langkah
menuju cahaya kemenangan di depan sana
tanpa melihat sisi perbedaan
tanpa melirik strata kehidupan

aku akan menjagamu,
kau akan menjagaku
dan persahabatan ini akan kita jaga bersama
hingga kelak sampai menuju nirwana

26 juni 2011
—12:48 pm
"Bersikaplah yang jujur! Jujur pada seseorang sama halnya jujur pada dirinya sendiri. Karena orang yang paling bahagia adalah orang yang mau jujur pada dirinya sendiri."

Begitu Ibuku memberi nasihat padaku. Barangkali sejak aku dilahirkan aku telah banyak membuat hujan dosa padanya. Mungkin aku terlalu acuh padanya. Dan aku terlalu jumawa, terlalu congkak, amat pongah padanya.

Maafkan aku, anakmu, yang amat berdosa padamu. Petuah dan segala nasihatmu akan senantiasa aku ingat, tak pernah aku lupa barang sejenak; dan akan selalu aku laksanakan.

Maka terimakasihku, Ibu, untukmu, yang melahirkanku, menjagaku, dan senantiasa setia mengarahkanku pada jalan yang benar. Bagiku hari Ibu bukan hanya tanggal 22 desember, karena setiap hari adalah milikmu.

Semoga engkau selalu diberi ketabahan serta kesabaran untuk menjagaku, hingga kelak aku dapat membahagiakanmu. ;)