Selasa, 14 Mei 2013


Daun-daun pun bergugur tak teratur berbaur dengan udara yang bergerumul membuat hati terasa ikut terbalur. Sementara waktu terus saja terulur maju tak mau mundur karena begitulah lajur hidup yang terus menjalur.

Lalu senja begitu saja tiba dengan larik-larik temaram cahaya yang bila terlalu lama dilihat oleh mata siapa saja ia tetap sebagaimana mestinya menghidangkan warni-warna merah tua.

Burung-burung yang entah burung apa namanya mulai terbang berarakan menuju senja sana.

Durasi waktu yang menampilkan langit yang merona masih tersisa kira-kira tinggal beberapa menit saja. Wajahnya seumpama berada di antara langit-langit senja bercerita mengenai luka-luka atau serupa duka atau sesekali juga bahagia.

Di penutup temaram cahaya merah tua kembali pula ia menyerta simpul tawa seperti biasanya lalu gelap tiba-tiba menyapa.

Menandakan bahwa
aku kembali terlupa
: tentang bercinta pada senja

Blokagung,
Ahad, 07 Oktober 2012
—08:32 am

0 komentar:

Posting Komentar