Hujan kembali jatuh.
Aku ingin bersamamu, sebenarnya; Duduk berdua satu meja di teras
rumahku. Di sana kita bisa minum teh bersama tanpa ada siapa-siapa yang
mengusik ketenangan kita.
Sambil bercerita mengenai ketampanan hujan-hujan yang pernah kau
jumpai, kita bisa juga bergurau atau bertukar keluh-kesah—mengembannya bersama.
Tapi sebelumnya aku ingin bertanya, apakah di sana, di tempatmu
berpijak juga hujan? Ah, tak usah kau jawab. Aku sudah tahu jawabanmu tak akan
sampai padaku.
Tidak apa-apa. Yang terpenting, kau telah tahu bahwa pagi ini aku sedang
ingin bersamamu. Selalu.
Blokagung,
Sabtu, 24 November 2012
Sabtu, 24 November 2012

0 komentar:
Posting Komentar