aku
bingung dengan keadaan semacam
di
belakang atau di depan serupa
entah
pada siapa lagi aku harus bermuara
pada
mana lagi aku harus menghela
aku
bingung dengan kalian
beberapa
makna dari kata kita kalian sita
sampai
pada saat yang sama
kalian
penggal beberapa apa
aku
bingung dengan yang demikian
dari
kemarin hingga sekarang
kalian
tulis pada papan-papan
pintu
kelas, kertas-kertas, meja, kursi, hingga hati
teguh
takkan luruh! katamu
tapi,
kini...
ada
apa dengan lembaran slogan
yang
kemarin siang kalian patok pada papan pengumuman
kalian
teriakan seperti apa yang kalian tulis pada papan
tanda
bahwa tak ada sedikit pun rasa gentar
ada
apa dengan kalian?
apakah
sandiwara teater Kang Anwar atau Kang Nawar
telah
mantap dan menancap pada kebiasaan?
apakah
pelajaran tentang kewarganegaraan
yang
diajarkan Pak Abdul Wahid telah kalian lupakan?
mengapa
setiap bulan, setiap minggu, setiap hari
bahkan
setiap jam, kita semakin melupakan kebersamaan?
apakah
pelajaran yang berkaitan dengan ilmu sosial
seperti
yang diberikan pak harun masih kurang?
bukankah
kita telah mengetahui bahwa kita mesti
mempererat
tali persaudaraan seperti yang telah diajarkan
pada
mata pelajaran al-qur’an-hadits?
ada
apa dengan kalian?
jawab,
Kawan, jawab!
sampai
kapan kalian tetap diam muram
durja,
sambil menyimpan segenggam dendam pada setiap debaran?
kita
telah berada pada ujung perpisahan, Kawan
kalian
sudah tahu, bukan?
terlambat
bila kesombongan kau tanam sekarang
lalu
aku kembali mengeluh
duduk
diam bersama Syahdan, Fikri Izzuddin, dan beberapa teman
maka,
aku akan tetap bertanya
ada
apa dengan kalian sekarang?
: kau
yang mesti mengubahnya
Tegalsari,
Minggu, 12 Agustus 2012
—10:17 am

0 komentar:
Posting Komentar