Vina,
Malam itu kita duduk berdua di muka
pinturumah saudaramu. Semua sudah terlelap—tinggal aku denganmu.
“Kapan kamu jadi berangkat?” Tanyaku.
Kamu diam sebentar, kemudian menatapku.
“Besok.” Jawabmu singkat.
“Kenapa besok?”
“Aku sudah terlalu lama di rumah.”
Pandanganmu sedikit lepas dariku. Sementara aku masih
tetap mengakrabi wajahmu—menahan dingin cuaca. Malam itu benar-benar sepi.
Di pelataran rumah saudaramu, kau mencoba menjawab pertanyaan
singkatku.
“Tahukah kamu, kalau sebenarnya inspirasiku kebanyakan
aku peroleh darimu?”
Kau diam saja—menatapku, tersenyum, dan menggelengkan
kepala: Tanpa satu pun kata keluar dari bibirmu.
Tanganku aku letakkan ke pahamu. Kau tetap duduk di
sebelah kananku, meraih tanganku. Kini, jemari kita menyatu.
Aku menjelaskan perkataanku dan kau mendengarkannya
serius.
“Dalam tulisanku, aku mengatakan: Aku mencintaimu—jauh
melebihi apa yang kurasakan terhadapmu.”
Kau tertawa tanpa suara. Malam itu betul-betul dingin.
Tangan kita semakin erat mengisi ruang jemari.
“Bagaimana dengan proyek besar-besaran kita? Kamu
setuju?” Aku mengajukan kembali pertanyaan.
“Kapan?”
“Kelak,” kataku, “Yang jelas tidak lama lagi kok.
Kamu setuju?”
“Iya, setuju.”
“Sungguh?”
“Iya, sungguh.”
Kita tertawa...
“Apakah kamu mencintaiku?” Aku kembali
bertanya—mendadak menghentikan gelegak canda kita.
Kau mengangguk saja, “Iya.”
“Sungguh?” Sekali lagi aku menimpal.
Seperti yang tadi, “Iya, sungguh.” Katamu.
Malam itu kita benar-benar bahagia—canda kita semakin
akrab, begitu pula dengan jemari tangan kita yang semakin erat.
Aku mencintaimu setiap hari tanpa mengharapkan masa
depan—belajar mengerti setiap apa saja tentang dirimu: Jauh melebihi
perasaanku terhadapmu.
Dan aku mencintaimu, Vina, setiap hari tidak untuk
mengharapkan masa depan, melainkan untuk (sekali lagi) mengerti, mengerti dan
mengerti apapun tentang dirimu lebih jauh untuk ke depan.
Malam itu kita duduk berdua di muka
pinturumah saudaramu. Semua sudah terlelap—tinggal aku denganmu; bertatap muka,
menahan dingin cuaca, sesekali melempar tawa dan kembali akrab pertemuan kita.
Malam yang benar-benar membahagiakan. :)
Sabtu, 14 Juli 2012
—06:38 pm

0 komentar:
Posting Komentar