Senin, 13 Mei 2013

Vina,

Malam itu kita duduk berdua di muka pinturumah saudaramu. Semua sudah terlelap—tinggal aku denganmu.

Kapan kamu jadi berangkat?” Tanyaku.

Kamu diam sebentar, kemudian menatapku.

Besok.” Jawabmu singkat.

Kenapa besok?

Aku sudah terlalu lama di rumah.

Pandanganmu sedikit lepas dariku. Sementara aku masih tetap mengakrabi wajahmu—menahan dingin cuaca. Malam itu benar-benar sepi.

Di pelataran rumah saudaramu, kau mencoba menjawab pertanyaan singkatku.

Tahukah kamu, kalau sebenarnya inspirasiku kebanyakan aku peroleh darimu?

Kau diam saja—menatapku, tersenyum, dan menggelengkan kepala: Tanpa satu pun kata keluar dari bibirmu.

Tanganku aku letakkan ke pahamu. Kau tetap duduk di sebelah kananku, meraih tanganku. Kini, jemari kita menyatu.

Aku menjelaskan perkataanku dan kau mendengarkannya serius.

Dalam tulisanku, aku mengatakan: Aku mencintaimu—jauh melebihi apa yang kurasakan terhadapmu.

Kau tertawa tanpa suara. Malam itu betul-betul dingin. Tangan kita semakin erat mengisi ruang jemari.

Bagaimana dengan proyek besar-besaran kita? Kamu setuju?” Aku mengajukan kembali pertanyaan.

Kapan?

Kelak,” kataku, “Yang jelas tidak lama lagi kok. Kamu setuju?

Iya, setuju.

Sungguh?

Iya, sungguh.

Kita tertawa...

Apakah kamu mencintaiku?” Aku kembali bertanya—mendadak menghentikan gelegak canda kita.

Kau mengangguk saja, “Iya.

Sungguh?” Sekali lagi aku menimpal.

Seperti yang tadi, “Iya, sungguh.” Katamu.

Malam itu kita benar-benar bahagia—canda kita semakin akrab, begitu pula dengan jemari tangan kita yang semakin erat.

Aku mencintaimu setiap hari tanpa mengharapkan masa depan—belajar mengerti setiap apa saja tentang dirimu: Jauh melebihi perasaanku terhadapmu.

Dan aku mencintaimu, Vina, setiap hari tidak untuk mengharapkan masa depan, melainkan untuk (sekali lagi) mengerti, mengerti dan mengerti apapun tentang dirimu lebih jauh untuk ke depan.

Malam itu kita duduk berdua di muka pinturumah saudaramu. Semua sudah terlelap—tinggal aku denganmu; bertatap muka, menahan dingin cuaca, sesekali melempar tawa dan kembali akrab pertemuan kita. Malam yang benar-benar membahagiakan. :)

Sabtu, 14 Juli 2012
—06:38 pm

0 komentar:

Posting Komentar