Senin, 13 Mei 2013

entahlah, situasi yang semacam hinggap lagi
menampar hati, membabat habis nyali
sekali lagi harus menciut ambisi ini
menatapmu, mengakrabi matamu
bersama nuansa sendu, malu yang palsu!
telah kukekang kunci ini
agar tak lari ke mana-mana lagi
melarikan diri ke lain hati
ke sisi mana, pada siapa, untuk apa
dan, pangkalnya adalah engkau
yang sering aku tahankan suasana yang tak normal
mengkoreksi setiap kali bermimpi
menepis irisan luka-pedih
yang datang kembali bersamaan hujan masa lalu
“maafkan aku yang telah memaksakan kehendak
sehingga kau berteriak, keras-lepas
menghempas, tanpa kontrol napas”

09/07/2012      09:59 pm

0 komentar:

Posting Komentar