tiba-tiba langit tampak
merah tua
makin menua sampai
menjadi gelap
yang bahkan kian
mengerlap
pada tiap-tiap segala
kejap
bikin suasana kangen,
cinta
dan kemesraan entah
bagaimana mulanya
tiba-tiba menjelma pada
tempurung otak
sejak entah kapan aku
tidak pernah merindumu
meski aku juga tidak
menau apalagi mengerti
mengenai bagaimana
kebiasaanmu
menungguku ketika sedikit
saja rindu
membelai leher dan
lamat-lamat menyetubuhimu
apakah engkau ngelu atau
cuma sekadar pening
yang tapi kamu sanggup
menyangga kepala
ataukah bahkan engkau
malah ikutan migrain
lalu diam-diam mengambil
syalku
sambil pada hatimu
berpikir agar dapat
cepat sembuh, walau tetap
berwajah gaduh
aku tak tahu semua itu
hingga aku kembali ingat
pada hari yang semakin
gelap
pada entah malam mana
lagi kita benar sungguh tak berbagi
yang meski sedikit ada
celah untuk mengisi
pada entah malam mana
lagi kita tak bertemu
yang meski sedikit ada
kesempatan untuk mengadu
Kekasihku,
oh,
malam ini kita kembali
bahagia karena bersua
meski sekadar lewat bait
yang entah bermakna apa
atau cuma menanyaiku
sambil tersedu
meski ingin sekedar
tampak biasa saja
karena pada malam kita
senantiasa bahagia
Tegalsari,
Senin,
13 Agustus 2012
—01:03
pm

0 komentar:
Posting Komentar