Senin, 13 Mei 2013

berkelana
tiba-tiba surut nafsu
sebab hati tak lagi menyatu
dalam rindu bahkan sama sekali tak lagi mengikat satu

berkembara
seperti tiba-tiba menyeka rasa
kerna jauh dari jiwa sana

berlari
di ujung kali, di seberang hatimu
hampir mati
kerna entah bermula dari mana
hati itu tak lagi bermuara
tak kutemui dermaga di sana
kupaksa tanya lewat hatimu
kau kaku bagai paku
entah berapa kali tanyaku
yang ternyata malah menyayat hatimu

tampak layaknya percuma
dengan harus air mata mata air mana
bila segala melulu kita paksa
ah, mungkinkah kita bisa
jika dengan hanya sekadar cinta saja

memang tampaknya percuma
jika hanya berdebat dan terus bergulat 
mungkin hanya dalam mata air air matamu saja kutemui cinta
bila segala melulu dipaksa
tak lagi kali ujung kali itu bermuara
tak lagi nampak dermaga bahagia 
tak lagi ada desah kasih sayang tercipta
menyusup mengusap segala luka lara
tak lagi ada canda menyeka air mata
semua... tak bermuara!
sirna!

Blokagung, 24 agustus 2012
Enggar Tata dan Wahyu Hidayat

0 komentar:

Posting Komentar