Senin, 13 Mei 2013

sampai jumpa pada malam 'kita' yang lainnya

sampai jumpa pada cumbu rayu kita pada malam yang lainnya

di malam yang membahagiakan

elok bukan main layaknya bias bianglala
di sudut pagi tenggara sana

menggambarkan layaknya apa
terasa seperti entah bagaimana

siluet yang memaksa mata terpana dibuatnya
elok macam kabut pagi
di pinggir kali belakang rumahku yang tiap kali mili
dan acapkali gemericik berbunyi

ini bukan yang kurasa sekali
pada bahkan kali aku menemu diri di lubang pori
yang aku sua melulu hanya alis-matamu
membikin segalanya macam sepenuhnya palsu

tetap melirik, bertumpu titik 
geli begitu saja menggelitik
sebab sua semalam berhasilkan labuhkan rindu jua
lamban terasa, mampu meluruh tak berpeluh
dan air kali kembali keruhmengalir tak lancar
sebab warnanya telah pudar;
menaruh cemburu pada kita yang mengaduh samar

apa benar malam bikin kita tampak mekar seperti mawar
atau hanya sekadar samar macam bulan tak berbintang
memang itulah, Sayang
yang biasa bisa kita lakukan pada dentum tiap lamun
membikin angina debar jantung lamat-lamat kian aduhai senyum
melupa pada apa-apa
menyusah pada sekian desah
mengasuh pada desau yang melulu riuh
mengeja pada malam yang sungguh bagaimana
: ini malam kita, Sayang
tak usah mengapa

Blokagung, 20 Agustus 2012
Wahyu Hidayat dan Enggar Tata

0 komentar:

Posting Komentar