Minggu, 15 Desember 2013

Jika kau tanya 'apa itu hidup' 
pada seorang kakek tua bertopi 
yang sering menginap di bawah jembatan, 
ia akan menjawab sederhana
: Hidup adalah pergi pagi, pulang malam. 

Jika kau tanya 
kepada seorang yang agak agamis 
yang sering muncul di televisi di pagi hari, 
maka ia akan merapikan surbannya dan menjawab
: Ehm, hidup adalah menyembah Ilahi.

Dan jika kau lontarkan pertanyaan itu 
pada koruptor yang mengaku pejabat negeri, 
maka ia akan tegas menjawab
: Hidup itu indah. 

Dalam hati koruptor yang barusan kau tanyai 
muncul jawaban paling jujur
: Hidup itu indah, 
karena kerjaku tiap hari cuma duduk di depan kursi, 
diam di depan layar monitor
atau iseng bermain game

Dan jika kebetulan aku mengantuk 
saat rapat berlangsung, 
maka aku akan menonton BF 
di tablet yang aku beli 
hasil dariku mencuri uang pajak kemarin.
Kamis, 31 Oktober 2013

--Catatan dalam bus

0 komentar:

Posting Komentar