Jika kau tanya 'apa itu hidup'
pada seorang kakek tua bertopi
yang sering menginap di bawah jembatan,
ia akan menjawab sederhana
: Hidup adalah pergi pagi, pulang malam.
Jika kau tanya
kepada seorang yang agak agamis
yang sering muncul di televisi di pagi hari,
maka ia akan merapikan surbannya dan menjawab
: Ehm, hidup adalah menyembah Ilahi.
Dan jika kau lontarkan pertanyaan itu
pada koruptor yang mengaku pejabat negeri,
maka ia akan tegas menjawab
: Hidup itu indah.
Dalam hati koruptor yang barusan kau tanyai
muncul jawaban paling jujur
: Hidup itu indah,
karena kerjaku tiap hari cuma duduk di depan kursi,
diam di depan layar monitor
atau iseng bermain game
Dan jika kebetulan aku mengantuk
saat rapat berlangsung,
maka aku akan menonton BF
di tablet yang aku beli
hasil dariku mencuri uang pajak kemarin.
Kamis, 31 Oktober 2013
--Catatan dalam bus

0 komentar:
Posting Komentar