Minggu, 15 Desember 2013

Maaf, Mama
aku kembali gagal
menjadi orang dewasa
betapa tidak?
meski tubuhku terus berkembang
dan umurku terus berjalan-berkurang,
sebetulnya aku masih tetap anak kecil di depanmu;
manusia yang terus keliru
dan akan meminta saran darimu

Jika aku adalah anakmu,
aku hanyalah anak yang merepotkanmu
: anak yang tak pernah jera
meminta menyisihkan kesibukanmu untuk kumintai doa-doa

Tapi sayang,
aku memang manusia keparat!
bagaimana tidak?
aku tak kunjung bisa membahagiakanmu
melalui perilaku-perilaku

Maka maafkan aku, Mama
inilah janjiku
: aku tak akan mengecewakanmu!

Jika aku masih keliru,
sejujurnya aku adalah anakmu
yang memang masih butuh saran juga nasihatmu

Tapi maaf,
di hadapanmu, aku tetap ingin jadi anak kecil saja.
ya
sebab jika persoalan demi persoalan menghantam kepalaku,
sesungguhnya aku adalah anak kecil
yang ingin menangis di bahumu
aku adalah anak kecil
yang mendamba rambutku kau acak-acak

Lalu saat tangisku jadi semakin pilu
dan bajumu mulai basah akibat airmataku
kau akan membisikkan padaku kata-kata itu
: "Jangan menangis
ada ibu di sini
dan semua akan baik-baik saja, Anakku."

Jember,
Jumat, 1 November 2013

—Catatan dalam bus

*Gambar dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar