Maaf, Mama
aku kembali gagal
menjadi orang dewasa
betapa tidak?
meski tubuhku terus berkembang
dan umurku terus berjalan-berkurang,
sebetulnya aku masih tetap anak kecil di
depanmu;
manusia yang terus keliru
dan akan meminta saran darimu
Jika aku adalah anakmu,
aku hanyalah anak yang merepotkanmu
: anak yang tak pernah jera
meminta menyisihkan kesibukanmu untuk kumintai
doa-doa
Tapi sayang,
aku memang manusia
keparat!
bagaimana tidak?
aku tak kunjung bisa
membahagiakanmu
melalui perilaku-perilaku
Maka maafkan aku, Mama
inilah janjiku
: aku tak akan
mengecewakanmu!
Jika aku masih keliru,
sejujurnya aku adalah anakmu
yang memang masih butuh
saran juga nasihatmu
Tapi maaf,
di hadapanmu, aku tetap
ingin jadi anak kecil saja.
ya
sebab jika persoalan demi
persoalan menghantam kepalaku,
sesungguhnya aku adalah anak
kecil
yang ingin menangis di
bahumu
aku adalah anak kecil
yang mendamba rambutku kau
acak-acak
Lalu saat tangisku jadi semakin
pilu
dan bajumu mulai basah
akibat airmataku
kau akan membisikkan padaku
kata-kata itu
: "Jangan menangis
ada ibu di sini
dan semua akan baik-baik
saja, Anakku."
Jember,
Jumat, 1 November 2013
Jumat, 1 November 2013
—Catatan dalam bus
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar