Di gigir jalan tempat kau menimang anakmu
Tertcecer pecahan harapan yang kautimbun di dadamu
Beberapa tahun yang lalu
Sepuluh tahun sudah
Sejak kaupilih orang Pacitan itu
Hidupmu tak kunjung menepi dari sungai kemiskinan
Sementara kau kini sudah berumur
Anakmu telah berusia delapan tahun
Dan rencanamu menyekolahkannya
Terpaksa kembali harus diundur
Dan nasibmu yang cuma orang pinggiran
Membuat aspirasimu tak didengarkan
Pertanyaanmu diabaikan
Serta surat-suratmu dibakar
Andai ada malaikat turun menjelma jadi manusia
Barangkali nasibmu kini bisa membaik
Tapi, sayang sekali
Di gigir jalan tempat kau menimang anakmu itu
Kini menjadi tempat terakhir hembusan harapanmu
Sementara anakmu yang berusia delapan tahun itu
Menangis pilu seraya memanggil-panggil namamu
Tegalsari,
Ahad, 24 November 2013
—07:40 pm
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar