Kamis, 01 Mei 2014

Bagi kita yang masih muda, barangkali ‘penyesalan’ sering kita abaikan kehadirannya. Semua mengenai masa depan tak pernah kita pikirkan. Dan kita memang cenderung untuk membiarkan semua berjalan apa adanya.

“Biarkan semua berjalan apa adanya,” katamu.

Aku setuju. Tapi kosakata “muda” tak akan berlangsung lama, bukan? Sementara kita tak pernah membuat rencana-rencana, tak pernah mengubah segala sesuatunya, dan terus(-menerus) membiarkan semuanya berjalan apa adanya(?).

“Apapun yang terjadi hari ini, biarkan saja terjadi. Dan hari esok memang cocok menjadi misteri,” katamu, lagi.

Ah, sayang sekali jika kita selalu abai terhadap masa muda; Seolah-olah kita akan hidup seribu tahun lamanya, dan kita tak pernah mengagendakan kebaikan-kebaikan di masa yang akan datang.

Kita tahu, sudah banyak manusia di dunia ini yang terlanjur terjerembap pada lubang penyesalan masing-masing karena tak pernah merencanakan masa depannya—dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Lantas waktu yang terus berjalan tak pernah bisa diputar ulang, dan kesalahan demi kesalahan tak bisa berubah menjadi kebaikan-kebaikan oleh kalimat-kalimat penyesalan paling panjang, sekalipun.

Apa yang harus kita rencanakan untuk masa depan adalah mengerjakan kebaikan dan berusaha belajar menjadi lebih baik di hari ini. Agar pada saatnya kita tua nanti, kita tak lantas menyesal pada diri sendiri. Sebab, di manapun, penyesalan tak pernah hadir tepat waktu. Ia selalu datang terlambat. Dan kita yang bertemu dengannya, tak pernah diberi kesanggupan untuk bisa menyulap segala sesuatunya.

Maka jangan biarkan segalanya berjalan apa adanya: Rekayasalah hidupmu untuk menjadi lebih baik. Lama-lama, kamu akan terbiasa dengan kebaikan-kebaikan yang semula hanya pura-pura dan terpaksa.

“Aku tak mau menyesal!” kamu mulai sadar.

Syukurlah, hari ini kita kembali bisa berpikir untuk tidak mengabaikan lagi kosakata yang bernama “sesal”. Mudah-mudahan apa saja yang kita rencanakan saat ini, yang kita lakukan dan kita kerjakan hari ini, tak pernah membuat kita menyesal di kemudian hari.

*Gambar dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar