Kamis, 01 Mei 2014

Aku punya duniaku sendiri dan kamu punya dunia sendiri. Dunia milikku tak sama dengan dunia yang kamu miliki. Aku ingin menjadi apa, itu terserahku—hakku. Dan kamu pun bebas menjadi apapun yang kamu mau—terserahmu.

Katamu hidup adalah pilihan, bukan? Ya. Ya. Ya. Maka jangan memaksaku untuk menjadi budak atas pilihanmu—apalagi yang tak sejalan dengan inginku. Sebab aku pun tak pernah memaksamu untuk menjadi budak atas pilihanku, kan?

Aku boleh memilih apa yang kukehendaki, seperti kamu boleh memilih apa yang kamu kehendaki. Jadi biarkan aku menentukan apa yang baik buatku. Biarkan aku membuat keputusanku sendiri: aku tahu apa yang terbaik untukku.

Kita sama-sama memiliki kebebasan. Kamu bebas menjadi apa yang kamu mau. Sementara aku tak pernah—juga tak ingin—mengekangmu untuk mengikuti kemauanku, kan? Dan kamu tak mungkin dapat mengekangku untuk mengikuti kemauanmu.


Aku punya napas. Kamu punya napas. Jadi, biarkan aku menghirup napas kebahagiaanku sendiri. Aku tak akan mencegahmu untuk menghirup apapun yang kamu inginkan.

*Gambar dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar