Aku punya duniaku sendiri dan kamu punya dunia
sendiri. Dunia milikku tak sama dengan dunia yang kamu miliki. Aku ingin
menjadi apa, itu terserahku—hakku. Dan kamu pun bebas menjadi apapun yang kamu
mau—terserahmu.
Katamu hidup adalah pilihan, bukan? Ya. Ya.
Ya. Maka jangan memaksaku untuk menjadi budak atas pilihanmu—apalagi yang tak
sejalan dengan inginku. Sebab aku pun tak pernah memaksamu untuk menjadi budak
atas pilihanku, kan?
Aku boleh memilih apa yang kukehendaki,
seperti kamu boleh memilih apa yang kamu kehendaki. Jadi biarkan aku menentukan
apa yang baik buatku. Biarkan aku membuat keputusanku sendiri: aku tahu apa
yang terbaik untukku.
Kita sama-sama memiliki kebebasan. Kamu bebas
menjadi apa yang kamu mau. Sementara aku tak pernah—juga tak ingin—mengekangmu
untuk mengikuti kemauanku, kan? Dan
kamu tak mungkin dapat mengekangku untuk mengikuti kemauanmu.
Aku punya napas. Kamu punya napas. Jadi,
biarkan aku menghirup napas kebahagiaanku sendiri. Aku tak akan mencegahmu
untuk menghirup apapun yang kamu inginkan.
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar