Jumat, 07 Februari 2014

Hujan februari
menelan sebongkah cinta
meneguk sejumlah peristiwa
mengendus aroma luka
mengunyah multirasa

Padamu hujan februari berada
mengomando rasa yang ada di dada
saat kesiur angin membelai keningmu
memeluk erat tubuhmu yang rapuh
menyisir rambutmu yang pemalu

Di jauh tempatku tinggal
mengagumi napasmu yang sengal
mengharap baik kabarmu yang samar
mengasih apapun yang tiada kuhafal

Kau adalah hujan
yang kudamba datang
kau adalah februari
yang kuingini setengah mati

Seperti pertama berjumpa
kau tiada yang menyama

Tegalsari,
Senin, 3 Februari 2014

—10:41 pm
*Gambar dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar