Hujan februari
menelan sebongkah cinta
meneguk sejumlah peristiwa
mengendus aroma luka
mengunyah multirasa
Padamu hujan februari berada
mengomando rasa yang ada di dada
saat kesiur angin membelai keningmu
memeluk erat tubuhmu yang rapuh
menyisir rambutmu yang pemalu
Di jauh tempatku tinggal
mengagumi napasmu yang sengal
mengharap baik kabarmu yang samar
mengasih apapun yang tiada kuhafal
Kau adalah hujan
yang kudamba datang
kau adalah februari
yang kuingini setengah mati
Seperti pertama berjumpa
kau tiada yang menyama
Tegalsari,
Senin, 3 Februari 2014
—10:41 pm
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar