Di antara gerimis orasi dari mulutmu, Tuan,
yang menyiram ratusan pendukung dan simpatisan
masih ada banyak penduduk di bantaran sungai
yang tiap tahun harus rela tempat tidurnya berdamai
dengan basah.
Dan di setiap entah berapa kali bibirmu mengulas senyum,
Tuan,
yang konon hanya sering muncul tiap kali mendekati
Pemilu,
masih ada ratusan ibu yang bersedih karena sang anak tak
makan seminggu.
Maka teruslah menjadi dirimu yang palsu, Tuan, dirimu
yang penipu.
Sungguh, betapapun orasimu mampu meruntuhkan gunung
dan senyummu melayukan bunga dan daun-daun,
kebencian kami terhadapmu tak akan runtuh!
Tegalsari,
Jumat, 2 Mei 2014
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar