: Ibuku
Arus dari bengawan matamu
yang tak berkelok tak berhulu
menghanyutkan letih yang merambat di bahumu
melenyapkan perih yang berkarat di dadamu
Di dalamnya
ratusan ikan hidup dengan nyaman
bunga teratai dan dedaun kering
melintas di punggungmu
dengan anggun dengan tenang
Aku sering menebar benih luka di atasnya
kadang seember kotoran tertumpah di sana
namun bening bengawan matamu itu
tak pernah keruh apalagi berwarna
Blokagung,
13 Mei 2014
--09:14 pm
*Gambar dari sini.


0 komentar:
Posting Komentar