Barangkali seorang penulis sama seperti
seorang penembak. Jika menembak menggunakan peluru, maka amunisi penulis adalah
membaca. Suatu hari mereka sama-sama bisa melumpuhkan orang. Tinggal seberapa jauh
mereka mempersiapkan amunisi-membacanya, dan seberapa lihai mereka
menembak-melalui-tulisannya.
Tegalsari,
Sabtu, 01 Maret 2014


0 komentar:
Posting Komentar