Jumat, 07 Maret 2014

Barangkali seorang penulis sama seperti seorang penembak. Jika menembak menggunakan peluru, maka amunisi penulis adalah membaca. Suatu hari mereka sama-sama bisa melumpuhkan orang. Tinggal seberapa jauh mereka mempersiapkan amunisi-membacanya, dan seberapa lihai mereka menembak-melalui-tulisannya.

Tegalsari,
Sabtu, 01 Maret 2014
—12:23 am

*Gambar dari sini.

0 komentar:

Posting Komentar